Merangsek ke Posisi 5 Besar

Merangsek ke Posisi 5 BesarSumber : Majalah Media Asuransi Pandemi Covid-19 tak menghalangi PT Indolife Pensiontama untuk menambah pendapatan preminya. Terbukti, tahun 2021 perusahaan yang dipimpin oleh Andreas S. Soedjijanto berhasil membukukan kenaikan pendapatan premi sebesar 46,86 persen menjadi Rp13,32 triliun dibandingkan raihan tahun 2020 hanya Rp9,07 triliun. Atas performa moncer tersebut, Indolife Pensiontama berhasil merangsek ke posisi kelima market leaders perusahaan asuransi jiwa dengan pendapatan premi terbesar versi Majalah Media Asuransi. Pada tahun sebelumnya, Indolife Pensiontama berada di peringkat ketujuh. Berdasarkan kajian Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) atas laporan keuangan publikasi 2021 dari 47 perusahaan asuransi jiwa, Indolife Pensiontama mencatatkan porsi market share sebesar 7,24 persen pada 2021 dari total pendapatan premi asuransi jiwa yang mencapai Rp183,83 triliun. Porsi market share yang dicatatkan Indolife Pensiontama pada 2021 tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 5,41 persen. Perusahaan yang merupakan bagian dari Grup Salim itu mencatatkan kenaikan nilai investasi hingga 69,02 persen menjadi Rp48,44 triliun pada 2021, dibandingkan dengan 2020 yang hanya Rp28,66 triliun. Sementara itu dari sisi beban klaim dan manfaat dibayar, Indolife Pensiontama mencatatkan penurunan sebesar 27,74 persen menjadi Rp9,64 triliun pada 2021 dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp13,34 triliun. Pada bottom line, perseroan mencatatkan laba bersih sesudah pajak sebesar Rp219,29 miliar. – Achmad Aris MEDIA ASURANSI - AGUSTUS 2022 - NO.379 - Tahun XLII (Baca selengkapnya)

Insurance Market Leaders Award 2021

Insurance Market Leaders Award 2021 PT Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Insurance Market Leaders Award 2021, award yang diselenggarakan oleh Media Asuransi pada tanggal 31 Agustus 2021. PT Indolife Pensiontama berhasil meraih penghargaan “MARKET LEADERS 2021” kategori Life Insurance. (Baca selengkapnya)

Most Innovative Insurance Companies Awards 2021

Most Innovative Insurance Companies Awards 2021 PT Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang “Most Innovative Insurance Companies Awards 2021”, award yang diselenggarakan oleh The Iconomics yang berlangsung secara daring pada tanggal 5 Agustus 2021. PT Indolife Pensiontama berhasil meraih penghargaan ““The Excellent in Brand”, among 2nd Indonesia Most Innovative Insurance Companies Awards 2021”. (Baca selengkapnya)

TOP Corporate Finance Award 2021

TOP Corporate Finance Award 2021 PT Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang TOP Corporate Finance Award 2021, award yang diselenggarakan oleh Tras n Co dan Suara Pemerintah ID yang berlangsung secara daring pada tanggal 15 Juli 2021. PT Indolife Pensiontama berhasil meraih penghargaan “Prestasi Membangun Corporate Brand & Kinerja Keuangan 2020”. (Baca selengkapnya)

Infobank 10th Digital Brand Awards 2021

Infobank 10th Digital Brand Awards 2021 PT Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi di ajang 10th Digital Brand Awards. Penghargaan diberikan oleh Majalah Infobank dan Isentia yang berlangsung pada tanggal 3 Juni 2021 di Ayana MidPlaza. PT Indolife Pensiontama mendapatkan penghargaan dalam kategori Asuransi Jiwa Konvensional. “Perusahaan yang meraih Infobank Digital Brand Awards 2021 adalah mereka yang unggul dalam beradaptasi dengan perkembangan jaman. Mereka yang resilient (elastis, fleksibel) karena tidak henti-hentinya mencari inovasi untuk pendekatan kepada konsumen secara digital,” ujar Eko B. Supriyanto, Editor in Chief Infobank, dalam kata sambutannya. . (Baca selengkapnya)

Top 3 Financial Performance of Indonesia Best Insurance Award 2020 with Assets Above 30T

Top 3 Financial Performance of Indonesia Best Insurance Award 2020 with Assets Above 30T PT Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Indonesia Best Insurance Award 2020 7th. Award yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi yang berlangsung secara daring pada tanggal 27 Oktober 2020, PT Indolife Pensiontama berhasil meraih penghargaan ”TOP 3 Financial Performance of Indonesia Best Insurance Award 2020 with Assets Above 30T”. (Baca selengkapnya)

Pencapaian Bisnis 2019 Sesuai Harapan

Pencapaian Bisnis 2019 Sesuai HarapanSumber : Majalah Media Asuransi PT Indolife Pensiontama membukukan kinerja yang bagus sesuai harapan selama 2019. Hal ini diungkapkan oleh Direktur PT Indolife Pensiontama Juli Priyatno. “Pencapaian bisnis tahun 2019 sesuai harapan, aset pada 2019 sebesar Rp32,75 triliun meningkat 15 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp28,47 triliun. Pendapatan premi juga naik 5,8 persen, dari sebelumnya Rp10,06 triliun pada 2018 menjadi Rp10,85 triliun tahun 2019. Sedangkan hasil investasi 2019 mencapai Rp2,62 triliun tahun 2019, turun 4,6 persen dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp2,75 triliun,” katanya kepada Media Asuransi. Juli Priyatno mengungkapkan bahwa langkah strategis yang dilakukan pada 2019 adalah mengelola portofolio investasi secara prudent untuk menghasilkan imbal hasil yang maksimal. “Strategi pemasaran juga konsisten mengembangkan area pemasaran baru dan meningkatkan kualitas tenaga pemasar serta kualitas pelayanan nasabah,” katanya. Pada kuartal pertama 2020, menurut Juli Priyatno, Indolife membukukan premi sebesar Rp1,90 triliun. Di sisi lain, perseroan membayar klaim sebesar Rp3,24 triliun. Sementara itu, hasil investasi perseroan pada periode ini sebesar Rp1,82 triliun, total aset sebesar Rp31,58 triliun, dan laba sebesar Rp379,1 miliar. Eksekutif perusahaan asuransi jiwa yang perusahaannya termasuk dalam 15 Life Insurance Market Leader 2020 ini mengatakan prospek bisnis asuransi tahun ini tentu tidak lebih baik dari tahun 2019. Bahkan akan terjadi penurunan, khususnya pada kuartal kedua tahun 2020. “Tetapi pada kuartal ketiga 2020 sudah ada peningkatan pendapatan premi, termasuk peningkatan hasil investasi. Menyikapi kondisi ini perusahaan lebih fokus pada pelayanan nasabah, lebih efisien dalam mengendalikan biaya operasional, dan terus meningkatkan transformasi digital pada internal perusahaan.” katanya. Agar tetap membukukan kinerja bisnis tinggi hingga akhir 2020 ini, Juli Priyatno mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus melayani nasabah dengan baik. Terutama dalam pembayaran klaim harus tepat waktu, serta meningkatkan penjualan dan pelayanan kepada nasabah melalui sarana digital, seperti melalui internet dan telepon. –Mucharor Djalil MEDIA ASURANSI – Agustus 2020 – No.355 - Tahun XL (Baca selengkapnya)

Insurance Market Leader Award 2020

Insurance Market Leader Award 2020 PT. Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Insurance Market Leader Award 2020. Award yang diselenggarakan oleh Media Asuransi pada Tanggal 28 Agustus 2020, Indolife berhasil meraih penghargaan “MARKET LEADER” Kategori Life Insurance 2020. (Baca selengkapnya)

Infobank 21st Insurance Awards 2020

Infobank 21st Insurance Awards 2020 PT. Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Infobank 21st Insurance Awards 2020. Award yang diselenggarakan oleh Infobank pada Tanggal 24 Agustus 2020, Indolife berhasil meraih penghargaan dengan predikat “EXCELLENT” For Financial Performance Full-Year 2019. (Baca selengkapnya)

TopBusiness Awards Best Top Insurance 2019

TopBusiness Awards Best Top Insurance 2019 PT. Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Top Insurance 2019. Award yang diselenggarakan oleh TopBusiness berlangsung di Balai Kartini tanggal 28 Agustus 2019, Indolife berhasil meraih 2 (Dua) penghargaan sekaligus diantaranya "TOP INSURANCE 2019" Kategori Top Life Insurance 2019, Aset > Rp. 25 triliun dan Kategori Top CEO Life Insurance 2019 PT. Indolife Pensiontama yang diberikan kepada Bapak. Andreas S.Soedjijanto (Baca selengkapnya)

Investor Awards Best Insurance 2019

Investor Awards Best Insurance 2019 PT. Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Investor Awards Best Insurance 2019 yang di selenggarakan oleh Majalah Investor dan Berita Satu berlangsung di Balai Kartini Tanggal 18 Juli 2019, Indolife berhasil meraih penghargaan "Asuransi Terbaik 2019" Kategori Asuransi Jiwa Aset di Atas Rp 25 Triliun (Baca selengkapnya)

Indonesian Achievement dan Best Performing Award 2019

Indonesian Achievement & Best Performing Award 2019 PT. Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Indonesian Achievement dan Best Performing Award 2019 yang di selenggarakan oleh Indonesian Inspire dan Sembilan Bersama Media berlangsung di Le Meridien Hotel Tanggal 24 Mei 2019, Indolife berhasil meraih penghargaan “The Best Performing Life Insurance Company with Satisfaction to Customers of The Year 2019” . (Baca selengkapnya)

Indonesia Insurance Innovation Award 2019

Indonesia Insurance Innovation Award 2019 PT. Indolife Pensiontama berhasil meraih prestasi kembali di ajang Indonesia Insurance Innovation Award 2019. Award yang di selenggarakan oleh ThinknovateComm & Gatra berlangsung di Thamrin Nine Ballroom UOB Plaza Tanggal 29 Maret 2019, Indolife berhasil meraih penghargaan “As The Best Financial Performance ” (Asset Between 10 - 30 Trillion Rupiah) Category Life Insurance. (Baca selengkapnya)

AWARDING INDONESIA INSURANCE CONSUMER CHOICE AWARD 2018

AWARDING INDONESIA INSURANCE CONSUMER CHOICE AWARD 2018Sumber : Media Warta Ekonomi 2018 PT. Indolife Pensiontama menerima penghargaan dari Media Warta Ekonomi dalam Indonesia Insurance Award 2018 untuk kategori CONSUMER CHOICE Media Warta Ekonomi – September 2018 (Baca selengkapnya)

Bertahan di Saat Menantang

Financial Award 2018Sumber : Majalah Bisnis Indonesia Agustus 2018 Periode selama 3 tahun terakhir merupakan saat-saat yang menantang bagi pelaku di industri jasa keuangan non bank, yang terdiri dari asuransi jiwa, asuransi umum dan multifinance. Bagi industri asuransi jiwa, gejolak ekonomi membuat kinerja industri turut berfluktuasi. Namun kondisi pasar modal yang membaik pada akhir 2017 turut mendorong kinerja asuransi jiwa sehingga mampu tumbuh dua digit dari sisi laba. Kondisi lebih berat dialami industri asuransi umum, aset hanya tumbuh tipis, begitupun hasil underwriting dan hasil investasi, dampaknya banyak perusahaan yang mencatatkan profit minus. Sementara itu, kinerja industri multifinance tumbuh tipis, industri terutama harus mengalami “krisis” kekayaan dari perbankan, sehingga imbas dari sejumlah multifinance bermasalah. Namun demikian, sejumlah perusahaan mampu melalui saat-saat penuh tantangan itu dan bertahan dengan kinerja yang optimal. Berikut ini daftar nomine asuransi jiwa terbaik. BISNIS INDONESIA – AGUSTUS 2018 (Baca selengkapnya)

Fokus Pada Peningkatkan Kualitas Tenaga Pemasar

Fokus Pada Peningkatkan Kualitas Tenaga PemasarSumber : Majalah Media Asuransi PT Indolife Pensiontama masuk dalam jajaran market leaders asuransi jiwa berdasarkan kinerja keuangan per Desember 2017. Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) memetakan 15 perusahaan yang menjadi market leaders asuransi jiwa. Indolife merupakan perusahaan yang bergerak dibidang asuransi jiwa dan dana pensiun, yang memulai bisnisnya ditahun1991. Sebagai anggota kelompok usaha Salim Grup yang berpusat di Jakarta, perusahaan asuransi ini dikenal memiliki kondisi keuangan yang kuat dan komitmen pelayanan yang prima bagi nasabahnya. Perusahaan asuransi ini mampu berkembang dan bertahan didalam kancah kompetisi lembaga keuangan yang ketat. Menurut Direktur PT Indolife Pensiontama Juli Priyatno, pendapatan premi perusahaan asuransi jiwa ini naik menjadi Rp10,12 triliun per Desember 2017 atau naik 6,7 persen dari Rp9,49 triliun per Desember 2016. “Pencapaian premi ini tidak sesuai dengan target yang ingin dicapai, tetapi dari segi aset Indolife naik sangat signifikan dari Rp18,05 triliun pada 2016 menjadi Rp26,36 triliun pada 2017 atau meningkat 46 persen,” katanya kepada Media Asuransi baru-baru ini. Menurut catatan LRMA, Indolife mampu bertahan sebagai market leaders auransi jiwa selama dua tahun. Hal ini memerlukan beberapa langkah yang dilakukan perusahaan asuransi jiwa sebagaimana diungkapkan oleh Juli Priyatno. “selama dua tahun terakhir ini Indolife fokus pada peningkatkan kualitas tenaga pemasar, yang tujuannya agar bisa melayani nasabah dengan baik agar nasabah menjadi loyal,” katanya. Selain itu, ia melanjutkan juga terus mengembangkan daerah pemasaran baru dikota-kota tingkat dua dipulau jawa. Hal ini untuk meningkatkan jumlah nasabah baru dan menumbuhkan pendapatan premi baru. Meskipun tidak ada langkah strategis yang dilakukan, tapi menurut Juli Priyatno, perusahaan secara berkesinambungan mempertahankan Quality Management melalui ISO 9001:2015 dan meningkatkan jumlah dan kualitas tenaga pemasar. Juli Priyatno memandang bahwa sektor asuransi jiwa akan tetap tumbuh lebih dari 15 persen hingga akhir tahun ini, karena kondisi makro ekonomi juga msih kondusif. Hingaa juni 2018 ini Indolife tetap tumbuh, dengan perolehan premi mencapai Rp5,16 triliun dan asetnya mencapai Rp26,80 triliun. “Selain itu kualitas premi juga semakin baik,”katanya optimistis.Mucharor Djalil MEDIA ASURANSI – AGUSTUS 2018 – NO.331 - XXXVIII (Baca selengkapnya)

Mengubah Kebiasaan Orang Dalam Bertransaksi

Mengubah Kebiasaan Orang Dalam BertransaksiSumber : Majalah Media Asuransi PT Indolife Pensiontama menerapkan sistem teknologi digital sejak 1992. Alasannya, menurut Direktur PT Indolife Pensiontama Juli Priyatno untuk mengurangi faktor kesalahan manusia dan mempermudah pekerjaan. “sedangkan tujuannya adalah untuk efisiensi biaya operasional perusahaan,” katanya kepada Media Asuransi baru-baru ini. Dia mengungkapkan perusahaan tempatnya bekerja sedang mengembangkan insurtech, sejalan dengan perkembangan gaya hidup banyak orang yang telah berubah karena pengaruh telepon pintar sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Hal ini mengubah kebiasaan orang dalam bertransaksi. Oleh karenanya kami yakin untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan memperluas jaringan basis digital kami, akan meningkatkan pencapaian bisnis dalam jangka panjang,” katanya. Untuk menerapkan teknologi yang semakin canggih tersebut, pihaknya memang memperiapkan sumber daya manusianya (SDM). Yaitu membuka wawasan bagi karyawan dan top manajemen dalam mengembangkan proses bisnis berbasil digital, dan memberikan training kepada karyawan, baik tenaga pemasar maupun staf kantor pusat. Dia mengungkapkan bahwa pelatihan dan bekal yang diberikan dalam menerapkan teknologi ini adalah bagaimana cara mengunakan aplikasi. Dari mulai pengajuan permohonan asuransi, proses penerbitan polis hingga proses pangajuan klaim dan pembayaran klaim. Meskipun begitu, ia mengakui saat ini produk yang dijual secara digital atau full online sedang dalam tahap pengembangan. “Termasuk e-policy yang juga merupakan bagian dari pengembangan insurtech yang sedang kami kerjakan, “katanya. Kedepannya perusahaan yang dipimpin diharapkan mengembangkan sistem yang mampu menganalisis kebutuhan nasabah atau calon nasabah dari kebiasaanyadalam melakukan kegiatan sehari-hari. ”Sehingga konsep big data dapat kami wujudkan untuk mendongkrak pencapain bisnis kedepannya, “katanya. Sedangkan mengenai regulasi sehubungan dengan transformasi teknologi digital dalam kegiatan bisnis asuransi jiwa, ia mengatakan sejauh ini OJK cukup kondusif mendorong ‘insurtech’ meski “peraturan” yang lengkap masih dalam wacana. “Kami yakin pada saatnya nanti apabila kenyataan memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital sudah signifikan, tentu pemerintah dan OJK akan terus mendukungnya. Sebab dibanyak negara juga terjadi, transaksi digital selalu mendahului peraturan perundangan yang mengaturnya,”katanya.Majalah Media Asuransi - April 2018 - No.327 - Tahun XXXVIII (Baca selengkapnya)

Klaim Merupakan Image Perusahaan

Klaim Merupakan Image PerusahaanSumber : Majalah Media Asuransi Dalam industri asuransi di Indonesia, klaim tampaknya dipandang penting oleh eksekutif asuransi jiwa. Bahkan sangat erat dengan perusahaan asuransi. Hal ini diungkapkan oleh Direktur PT Indolife Pensiontama Juli Priyatno kepada Media Asuransi. “Klaim asuransi merupakan image dari perusahaan asuransi, terlebih masih kurangnya kesadaran masyarakat atas manfaatnya asuransi. Seperti diketahui, asuransi adalah perjanjian jangka panjang, maka klaim sangatlah penting untuk memberikan kepercayaan kepada nasabah,” katanya baru-baru ini ia menambahkan bahwa dengan banyaknya produk asuransi, jenis dan perusahaan asuransi yang ditawarkan, maka hal yang paling ingin diketahui calon nasabah adalah mencari informasi bagaimana pengalaman klaimnya. Jika pengalaman mengurus klaim lancar dan tepat waktu, maka otomatis reputasi perusahaan asuransi menjadi bonafide. Ketika calon tertanggung atau nasabah mengajukan permohonan untuk menjadi tertanggung, menurut Juli Priyatno, prinsip pertama dalam asuransi adalah saling percaya yang dilandasi dengan itikad baik (utmost good faith). “kedatangan calon tertanggung hendaknya dilandasi dengan itikad baik, tidak menyembunyikan keterangan-keterangan yang jelas dan benar yang dibutuhkan masing-masing pihak. Yang ditunjukan dalam keterbukaan antara kedua belah pihak,”katanya. Sedangkan mengenai produk asuransi jiwa yang dijual oleh perusahaan asuransi jiwa yang dipimpinnya, Juli Priyatno mengatakan bahwa OJK telah menetapkan standard dalam persetujuan produk-produk asuransi, selain itu juga perusahaan harus memiliki tingkat kesehatan keuangan dan tidak terkena sanksi administratif. “jadi produk yang diluncurkan ke pasar setelah mendapat persetujuan OJK sudah memenuhi persyaratan,”katanya. Mengenai pengelolaan risiko di perusahaan asuransi jiwa, Juli Priyatno mengungkapkan bahwa pengelolaan risiko dalam underwriting dilakukan sejak penutupan polis dimulai, keputusan menerima atau menolak pertanggungan asuransi, penerbitan polis dan juga penerahan polis kepada tertanggung.”intinya ada dua proses underwriting yaitu medical underwriting yaitu pemeriksaan kesehatan calon tertanggung, dan financial underwriting yaitu pemeriksaan keuangan calon tertanggung dalam hal kemampuannyamembayar premi asuransi,”jelasnya. Mengenai hubungan antara marketing dan klaim dalam asuransi jiwa, ia mengatakan bahwa tenaga pemasar asuransi sebagai wakil perusahaan dalam memasarkan produknya harus menyampaikan hak dan kewajiban kepada nasabah, termasuk persyaratan dan prosedur klaim, sehingga pada saat klaim tidak menimbulkan masalah. “jadi dalam hal ini diperlukan tenaga pemasar yang mempunyai kualifikasi yang baik. Karena juga bertindak sebagai field underwriter mewakili perusahaan dalam menilai risiko penutupan asuransi,” ia menjelaskan.Mengenai ke mana nasabah atau tertanggung mengadu ketika merasa bahwa klaimnya menemui jalan buntu, Juli Priyatno mengungkapkan bahwa asosiasi asuransi bekerjasama dengan BMAI (Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia) untuk memberi kemudahan kepada nasabah dalam hal terjadinya masalah atau sengketa klaim asuransi.”jadi jika nasabah tidak puas terhadap pelayanan klaim perusahaan asuransi dapat mengadukan permasalahnnya ke BMAI, bukan mengadu kepada asosiasi asuransi,”sarannya. MEDIA ASURANSI - Desember 2017 - No.323 - Tahun XXXVII (Baca selengkapnya)

Eni Agen Terbaik

Kebal Gonggongan AnjingSumber : Majalah Kontan Melampaui zona nyaman menjadi salah satu kunci untuk terus sukses sebagai agen asuransi. Lebih penting lagi proses yang baik akan memberikan hasil yang maksimal dari jutaan rupiah sampai miliaran rupiah. Tak pernah dibayangkan Eni, bahwa ia bisa kerap jalan-jalan keluar negeri dan mengantongi penghasilan diatas rata-rata kebanyakan orang . Maklum diakhir era 90 an lapangan kerja tak seterbuka sekarang ,anak muda umumnya, cari kerja seadanya saat kelar sekolah menengah, ini juga pernah dialami Eni yang sempat menjadi sekretaris disalah satu perusahaan kontruksi. Eni mengenal asuransi setelah mendapatkan tawaran dari tetangganya, berbekal niat ingin memperbaiki kondisi ekonomi keluarga, ia menetapkan menjadi seorang agen perusahaan asuransi Indolife Pensiontama dibagian telemarketing, saban hari Eni menghubungi 10 orang sebagai karyawan junior Eni juga harus mendapatkan kontak 15 per hari. Awalnya Eni cukup percaya diri, sebab Indolife Pensiontama masih terafliasi dengan Bank BCA yang memiliki basis nasabah gemuk. Tapi ternyata perusahaan tidak memfasilitasi kontak. Agen harus berjuang mencari kontak dari kenalan dan teman dekat. “Setahun pertama itu berat sekali, saya pernah berfikir jangan-jangan memang tidak cocok dengan pekerjaan ini” kenang Eni. Meski lebih sering dapat penolakan, Eni tak patah arang, ia pun intropeksi diri mungkin cara pendekatannya salah, ia mulai mencari kursus untuk meningkatkan komunikasi. Selain komunikasi Eni mulai mempelajari karakter orang. Ternyata kalau sudah tau cara masuk untuk menawarkan produk gampang saja, tapi memang harus tahu karakter lawan bicara, supaya tahu kapan waktu yang tepat menawarkan produk, kata ibu dua anak ini. Premi Miliaran Setelah menjadi seorang agen asuransi Eni banyak mengubah cara pandang dan sikapnya. Ia lebih menjadi positif untuk menghadapi berbagai tantangan,terbuka aktif dalam komunitas atau klub karena ditempat itulah peluang baru berdatangan. Eni tidak terpaku ke satu profesi untuk memperluas jaringan, ada ibu rumah tangga, karyawan, pengusaha sampai eksekutif diperusahaan ternama.”saya ingat pertama kali mendapatkan nasabah besar , sampai tidak percaya dapat insentifnya sebesar itu”, ujar Eni tanpa merimci jumlah nilainya. Asal tahu saja besaran insentif bagi para agen bisa mencapai 8 kali sampai 10 kali gaji pokok,tergantung performanya.biasanya porsi suatu perusahaan asuransi berbeda-beda , ada yang persen atau permil total premi yang dikumpulkan. Sebagai gambaran , rata-rata target agen junior di Indolife mulai dari 200 juta sampai 300 juta per bulan. Sementara agen senior yang sudah berkerja lebuh 2 tahun targetnya sampai miliaran rupiah per bulan. Setelah mendapat nasabah besar Eni makin percaya diri target premi Eni juga terus menanjak, sampai saat ini setelah bekerja hampir 20 tahun, ia percaya menjadi kepala cabang. Target premi pribadi sudah mencapai 15 miliar per bulan. Eni juga masih memegang 1.360 polis aktif dengan nilai premi sekitar 370 miliaran. Sepanjang kariernya menjadi agen asuransi , Eni tidak menanggap duka saat menjalankan profesi , lebih pas dibilang resiko pekerjaan, ujar Eni. Misalnya resiko saat lari tunggang-langgang dikejar dan digonggongi anjing penjaga rumah nasabahnya, tapi ia percaya hasil tak pernah mengkhianati proses. Semua jerih payah yang ia kerjakan berbanding lurus dengan penghasilan yang ia dapat. Prinsip itulah yang ia pegang sehingga sukses membidani tujuh cabang baru Indolife. Ia juga menekankan kepada anggota timnya agar bisa terus tumbuh dan melampaui keterbatasan mereka, atau melapaui zona nyamannya masing-masing. Dengan cara inilah ia acap kali mendapatkan penghargaan dari Indolife atas performa kinerja yang ia capai. (Baca selengkapnya)

Jaga Kesehatan Tubuh dengan Pola Hidup Sehat, Jaga Kesehatan Dompet dengan Asuransi Kesehatan

Hari Jantung Sedunia"Jaga Kesehatan Tubuh dengan Pola Hidup Sehat, Jaga Kesehatan Dompet dengan Asuransi Kesehatan" Selama 2016, “Hmm.. kayaknya makan gorengan enak, nih!” "Olahraga?? Malas, ah… Pulang kerja udah capek, lebih baik istirahat atau berleha-leha kalau ada waktu luang.”“Malam ini begadang seru, nih. Ada pertandingan tim bola kesukaan!” Hayo, apa kamu masih sering melakukan kebiasaan-kebiasaan di atas? Jika terus dilakukan, bisa-bisa kamu terserang penyakit penyebab kematian nomor 1 di dunia lho! yaitu penyakit jantung! Kamu mungkin kerap mendengar ada yang meninggal di usia muda karena terserang penyakit mematikan tersebut.Makanya, selagi masih ada kesempatan, lebih baik hindari penyebab terjadinya penyakit jantung atau penyakit lainnya dengan cara melakukan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna, rutin berolahraga, istirahat cukup, serta tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kesehatan adalah segalanya. Tanpa tubuh yang sehat, kamu tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Kalau sedang sakit, kadang makan saja rasanya tidak nikmat. Harimu jadi nggak produktif, deh!Selain itu, kesehatan tidak dapat diganti dengan uang. Tidak ada istilah ‘orang kaya’ dalam menghadapi penyakit. Bisa saja, seseorang menjadi ‘tekor’ dalam sekejap karena harus mengeluarkan biaya yang besar untuk mengobati penyakit berat yang dideritanya.Oleh karena itu segera miliki produk asuransi kesehatan untuk menjamin biaya kesehatanmu. Memiliki asuransi kesehatan sedini mungkin, itu penting karena: 1. Tidak perlu khawatir akan merepotkan keluarga atau kerabat kamu bila kamu terserang penyakit, karena biaya perawatan dan pengobatan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi.; 2. Semakin dini umur kamu, semakin rendah risiko terkena penyakit, maka akan semakin murah pula nilai premi asuransi yang harus dibayar; 3. Biaya kesehatan naik setiap tahunnya, lho. Jangan sampai kamu harus menanggung biaya yang lebih besar di kemudian hari, karena belum memiliki proteksi asuransi dari sekarang. Untuk mendapatkan perlindungan atau manfaat asuransi kesehatan, pemegang polis asuransi kesehatan wajib membayar premi secara berkala, yang nilainya bervariatif, disesuaikan dengan kondisi kesehatan tertanggung, tingkat risiko, manfaat dan ketentuan lainnya dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. Selain hal-hal di atas, kamu juga perlu mengetahui bahwa perusahaan asuransi kesehatan memiliki beberapa pengecualian dalam pemberian pertanggungan yaitu terhadap penyakit-penyakit berikut: 1. Penyakit yang telah diidap tertanggung sebelum waktu mulai berlakunya polis; 2. Cidera akibat olahraga bela diri atau menggunakan tenaga dan kontak fisik atau karena melukai diri sendiri, cacat bawaan dari lahir, melakukan tindak kejahatan, serta melanggar peraturan yang berlaku; 3. Infeksi virus HIV termasuk penyakit kehilangan daya tahan tubuh (AIDS), pengobatan penyakit kelamin, keracunan, sterilisasi, penyakit atau kelainan jiwa; dan 4. Akibat pemakaian bahan narkotika secara tidak sah, kecanduan alkohol, serta biaya-biaya lainnya yang dikecualikan dalam polis. Oleh karena itu baca dan pahami dengan seksama hal-hal yang tertulis dalam polis asuransi kesehatanmu dan bayarlah premi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan guna mencegah terjadinya gagal klaim.Selain produk asuransi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi swasta, perlindungan kesehatan juga bisa didapat dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yaitu badan hukum yang memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat Indonesia secara lebih menyeluruh dan terpadu. Kepesertaan BPJS Kesehatan sifatnya “wajib” bagi seluruh penduduk Indonesia, termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di Indonesia. Adapun sifat wajib tersebut masih dilaksanakan secara bertahap semenjak program jaminan kesehatan tersebut beroperasi, yaitu tanggal 1 Januari 2014.Bagi tenaga kerja, pendaftaran keanggotaan BPJS Kesehatan dilakukan oleh pemberi kerja (orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja) bersama-sama dengan pendaftaran pemberi kerja tersebut. Bagi penduduk yang merasa kurang mampu untuk membayar iuran setiap bulan, nggak perlu khawatir karena kamu dapat mendaftarkan diri menjadi Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan di BPJS Kesehatan, dimana iuran kepesertaanmu nantinya akan dibayarkan oleh Pemerintah. Bagi peserta Non-PBI, iuran yang dibayarkan cukup ringan, lho! Selain ketiga kategori di atas, dapat mendaftarkan diri sebagai peserta secara langsung di kantor BPJS terdekat. Informasi lebih lengkap mengenai BPJS Kesehatan, dapat dilihat di situs https://bpjs-kesehatan.go.id/. Ada beragam manfaat yang dapat diperoleh peserta BPJS Kesehatan, yaitu: 1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama: pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis, tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif, pelayanan obat dan bahan medis habis pakai, dan lain sebagainya; serta 2. Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan: rawat jalan dan rawat inap. Sudah bisa dibayangkan kan, keuntungan yang akan kamu terima jika kamu menjadi peserta asuransi kesehatan/ BPJS kesehatan? Yuk, jalani hidup dengan lebih tenang, dan jaga kesehatan dompetmu dengan asuransi kesehatan.#Asuransi #AsuransiKesehatan #BiayaKesehatan #BiayaRumahSakit #BiayaPengobatan #BiayaMedis #ProdukAsuransi #BPJSKesehatan (Baca selengkapnya)

15 Market Leader Asuransi Jiwa 2016 Versi Majalah Asuransi Agustus 2017

15 Market Leader Asuransi Jiwa 2016 Versi Majalah Asuransi Agustus 2017Sumber : Majalah Asuransi 2017PT. Indolife Pensiontama termasuk dalam 15 Market Leader Asuransi Jiwa, versi Majalah Asuransi 2017 dengan pendapatan premi 2016 sebesar Rp. 9.486.432 dan total pendapatan premi asuransi jiwa Rp. 153.613.477. (Baca selengkapnya)

Pertumbuhan Premi Ditargetkan 15 Persen

Pertumbuhan Premi Ditargetkan 15 PersenSumber : Majalah Asuransi Edisi 319 Agustus 2017 Selama 2016, PT Indolife Pensiontama mengalami pertumbuhan dalam kegiatan bisnisnya. menurut Direktur PT Indolife Pensiontama Juli Priyatno, sampai dengan 31 Desember 2016 aset Indolife mencapai Rp 18,09 triliun rupiah, meningkat 13,0 persen dibandingkan aset per 31 Desember 2015 yang mencapai Rp 16,00 triliun rupiah. sedangkan premi pada 31 Desember 2016 sebesar Rp 9,49 triliun rupiah, meningkat 7,4 persen dibandingkan premi pada 31 Desember 2015 sebesar Rp 8,83 triliun rupiah. Untuk meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun 2017, Juli Priyatno mengungkapkan, Indolife tetap melakukan ekspansi dengan membuka kantor-kantor pemasaran, selain menambah kantor pemasaran, kami juga fokus melaksanakan pelatihan untuk tenaga pemasar, karena tenaga pemasar yang terampil akan mempercepat laju pertumbuhan Indolife, maka pihaknya optimis bahwa industri asuransi jiwa akan tumbuh positif 15-25 persen. (Baca selengkapnya)

Rating 124 Asuransi Versi Infobank 2016

Rating 124 Asuransi Versi Infobank 2016Sumber : Majalah Infobank 2016 Pada "Rating 124 Asuransi Versi Infobank 2016" Indolife Pensiontama sukses meraih predikat "sangat bagus". dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ini merupakan peningkatan yang berhasil dicatatkan Indolife Pensiontama. dari beberapa aspek penilaian, perusahaan asuransi yang dipimpin Andreas S. Soedjijanto sebagai direktur utama ini berhasil mencatatkan total skor 83,95%.Sepanjang 2015 Indolife Pensiontama sukses mengumpulkan laba sebesar Rp 193,18 miliar atau meningkat 263,71% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp 53,11 miliar. selain perolehan laba, total aset dan nilai investasi perusahaan asuransi ini pun menunjukan pergerakan yang positif, dengan kenaikan masing-masing 11,36% dan 11,34%.Ditengah kondisi perekonomian yang masih menekan dunia usaha, Indolife Pensiontama berusaha menyiasati dengan menjalankan strategi low cost company. itu patut diapresiasi sebab dengan perolehan premi yang meningkat 14,11% Indolife Pensiontama berhasil mempertebal nominal premi menjadi Rp 8,83 triliun atau bertambah Rp 1 triliun lebih pada tahun lalu. (Baca selengkapnya)

10 Besar Pangsa Premi Bruto Perusahaan Asuransi Jiwa Versi Infobank 2016

10 Besar Pangsa Premi Bruto Perusahaan Asuransi Jiwa Versi Infobank 2016Sumber : Majalah Infobank 2016 PT. Indolife Pensiontama termasuk dalam 10 besar pangsa premi bruto perusahaan asuransi jiwa versi Majalah Infobank 2016 dengan total premi bruto(dalam jutaan Rupiah)per Desember 2014 sebesar Rp 7.738.304 dan per Desember 2015 sebesar Rp 8.830.007. (Baca selengkapnya)

10 Besar Pangsa Premi Bruto Perusahaan Asuransi Jiwa Versi Infobank 2015

10 Besar Pangsa Premi Bruto Perusahaan Asuransi Jiwa Versi Infobank 2015Sumber : Majalah Infobank 2015 PT. Indolife Pensiontama termasuk dalam 10 besar pangsa premi bruto perusahaan asuransi jiwa versi Majalah Infobank 2015 dengan total premi bruto(dalam jutaan Rupiah)per Desember 2013 sebesar Rp 6.248.472 dan per Desember 2014 sebesar Rp 7.738.304. (Baca selengkapnya)

PERCAYA DIRI MENATAP 2016

Percaya Diri Menatap 2016 Kondisi perekonomian global yang belum menentu tak membuat nyali PT. Indolife pensiontama ciut dalam menyongsong perjalanan bisnis di 2016. Hal ini tak lepas dari berbagai stimulus yang digulirkan oleh pemerintah dalam rangka penguatan ekonomi domestik. Selain itu, usaha perusahaan dalam memperkuat penetrasi pasar asuransi nasional juga terus dilakukan sehingga diyakini juga bakal membawa hasil yang mengembirakan. Dengan demikian, meski banyak pihak memandang business opportunity di tahun 2016 dengan pesimis, pihak Indolife justru yakin pertumbuhan kinerjanya bakal lebih kencang dibanding tahun 2015. Optimisme yang dilambungkan oleh manajemen perusahaan sebenarnya tidak mengherankan. Sebagai perusahaan yang masuk dalam lima besar penguasa pasar asuransi jiwa nasional, PT. Indolife Pensiontama tentu memiliki "mesin bisnis" yang lebih ciamik dan dapat diandalkan dalam mengarungi ketatnya persaingan pasar ditahun 2016. "Di tahun 2016 kami perkirakan pertumbuhan premi asuransi jiwa nasional bakal dikisaran 25% sampai 30%, lebih tinggi dari proyeksi kami untuk 2015 yang kisaran 20% sampai 25%", ujar Direktur PT. Indolife Pensiontama, Juli Priyatno. Salah satu yang diandalkan perusahaan sebagai lokomotif usaha, menurut Juli, adalah penjualan produk Studysave yang menawarkan perlindungan asuransi kecelakaan dengan dilengkapi manfaat investasi. Produk ini menjadi andalan lantaran sangat mudah diperoleh nasabah dengan hanya sekali pembayaran saja. "Jadi kapansaja memiliki dana lebih, masyarakat bisa membelinya dengan mudah dan cepat," tutur Juli. Berbekal Studysave dan beragam varian produk lain, Juli yakin pihaknya dapat mendongkrak penguasaan pasar sekaligus mempertahankan posisinya di lima besar perusahaan asuransi jiwa di Indonesia.(Sumber: Jasa Keuangan Indonesia - Edisi 7 Januari 2016) (Baca selengkapnya)

Gala Dinner Temu Kangen Nasabah

GALA DINNER TEMU KANGEN NASABAH Batam Pos PT. Indolife Pensiontama merupakan perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa dan dana pensiun. Indolife memulai bisnisnya tahun 1991 melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor KEP 585/KM.13/1991. Sebagai anggota kelompok usaha Salim Grup yang berpusat di Jakarta. PT. Indolife Pensiontama dikenal memiliki kondisi keuangan yang kuat dan komitmen pelayanan yang prima bagi nasabahnya.Tahun 2014 ini PT. Indolife Pensiontama termasuk kategori asuransi dengan aset terbesar Rp 13 triliun lebih. Sehingga, dana nasabah aman di PT. Indolife. Menyambut tahun baru dan bersilaturahmi dengan nasabah, Call Center PT. Indolife Batam mengadakan gala dinner temu kangen dengan nasabah di Goodway Hotel, Jum’at, 12 Desember 2014. Gala dinner temu kangen dengan nasabah ini, dihadiri langsung General Manager (GM) Indolife, Tiambun Linceria Simanjuntak. Acara ini sangat meriah dan dihibur oleh singer Batam.Bagi anda yang berminat masuk Indolife, bisa menghubungi Call Center Indolife Batam yang beralamat di Gedung Dana Graha Lantai 1 Ruang 102 Nagoya, Batam. (anwar/adv)(Sumber: Batam Pos, Senin 15 Desember 2014) (Baca selengkapnya)

Program Edukasi dan Literasi Keuangan Harusnya Tidak Hanya Sebuah Program Berlian OJK

Program Edukasi dan Literasi Keuangan Harusnya Tidak Hanya Sebuah Program Berlian OJK Dcentronews – Jakarta Program edukasi dan literasi keuangan seharusnya tidak hanya menjadi sebuah program berlian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetapi menjadi satu kesatuan kebijakan strategis pemerintahan Jokowi-JK yang bisa menjangkau desa terpencil dalam gugusan Negara Republik Indonesia. Pernyataan tersebut di ungkapkan oleh Juliaman Saragih dalam Seminar Literasi Keuangan Indolife Pensiontama yang digelar di GOR Jakarta Timur. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua/Pendiri Nation and Character Building Institute menambahkan bahwa program edukasi keuangan ini menjadi penting bukan hanya terkait langsung dengan upaya mobilisasi dana masyarakat melalui Industri Keuangan Non Bank (IKNB), namun juga untuk pembiayaan pembangunan jangka panjang melalui berbagai produk dan jasa keuangan. "Kesuksesan program edukasi dan literasi keuangan ini menjadi petunjuk kuat ke arah perwujudan salah satu Cita Tri Sakti, Berdikari di bidang ekonomi, dan sembilan agenda prioritas (Nawacita) Jokowi-JK," ungkap Juliaman di Jakarta, Selasa (11/11). Sementara Indra HS selaku Head of Actuarial/Manager Marketing, menegaskan tentang kesiapan Indolife Pensiontama untuk mensukseskan program edukasi dan literasi keuangan OJK. "Kesiapan kami tidak hanya dengan menggerakkan seluruh perangkat jaringan bisnis Indolife juga didukung dengan berbagai produk yang inovatif dan bernilai tambah serta kekuatan keuangan yang handal dan sumber daya manusia yang berkualitas” katanya. Ia menambahkan bahwa kepuasan dan loyalitas nasabah adalah misi dan komitmen bisnis Indolife. Di tempat terpisah Titi Basriyati selaku Penggerak Perempuan Jakarta, menegaskan penting dan strategisnya membangun ruang edukasi dan sosialisasi 'melek keuangan' untuk perempuan serta Ibu Rumah Tangga. “Menyongsong Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, tidak ada alasan lagi bagi OJK dan Pemerintah untuk membingkai pesan edukasi dan literasi keuangan dalam program pemberdayaan dan penguatan perempuan Indonesia. Hal tersebut agar perempuan di Indonesia bisa lebih maju, mandiri, produktif serta terhormat sebagai penjaga moral, tradisi, budaya dan peradaban ” katanya. Acara Seminar Literasi Keuangan ini dihadiri ratusan ibu rumah tangga (IRT) dari bidaracina dan cipinang cempedak, mahasiswa dan beberapa jaringan aktivis. (AGUS) (Sumber: Dcentronews, Selasa 11 November 2014) (Baca selengkapnya)